March 23, 2016

Sistem Pendidikan

Kursus dilaksanakan dalam 4 semester. Satu semester terdiri atas 4 mata ajar. Dalam satu mata ajar terdiri atas 8 pertemuan, masing-masing selama 150 menit efektif dengan rehat 15 menit.

Pengajar berwenang dan bertanggung jawab menentukan tata cara evaluasi hasil belajar berupa ujian
minimum satu kali. Ujian dapat berupa ujian tertulis di kelas atau di rumah (take home exam), ujian lisan, penulisan makalah dan sebagainya.

Kelulusan dinyatakan dengan ijazah berupa Diploma atau Sertifikat.

POKOK-POKOK SUBSTANSI KURSUS

Mengingat peran itu orang-orang yang menerima tugas itu perlu membekali diri dengan:

  1. Pengetahuan/pemahaman yang memadai mengenai Kitab Suci,
  2. Keterampilan untuk membaca Kitab Suci secara pribadi dan menggunakannya untuk pelayanan Sabda, dan
  3. Spiritualitas sebagai seorang pelayan Sabda yang sadar akan tanggung jawabnya dan melaksanakan tugas ini dengan penuh pengabdian kepada Allah. KPKS didirikan untuk membina orang-orang yang memiliki kemauan untuk mengambil bagian dalam karya kerasulan kitab suci.

KUALITAS LULUSAN

Karena itu, ketiga hal tersebut perlu diimplementasikan dalam program studi KPKS. Diharapkan setelah menerima pendidikan di dalam kursus ini para lulusan akan memiliki kualitas sebagai berikut:

  1. Akrab dengan Kitab Suci, biasa menggunakan Kitab Suci sebagai sarana dosa dan perjumpaan dengan Allah
  2. Mempunyai pengetahuan yang memadai untuk disampaikan kepada sesama dan membatu mereka memahami Kitab Suci dan mendengarkan Sabda Allah
  3. Mempunyai kecakapan dalam pelayanan Sabda, baik di lingkungan maupun paroki, entah memimpin pendalaman Kitab Suci, memberi homili dalam ibadah, entah mengajar
  4. Mempunyai jiwa melayani Tuhan/bekerja untuk Tuhan, secara khusus dalam pelayanan Sabda dengan semangat bakti kepada Allah.

Tempat dan Jadwal Pengajaran

Pengajaran dalam KPKS diselenggarakan di SMA Regina Pacis, Jl. Ir. H. Juanda 2, Bogor, tiap Senin jam 17.00-19.45 dan Sabtu jam 15.00-17.45 (efektif 150 menit dengan rehat 15 menit).  Dalam satu semester jumlah pertemuan untuk suatu mata ajaran adalah 8 (delapan) sesi.  Semester ganjil lazimnya dimulai pada bulan Juli, sedangkan semester genap dimulai pada bulan Januari.

Evaluasi Hasil Belajar

Pengajar suatu mata ajaran bertanggung jawab dan berwenang menentukan tata cara evaluasi hasil belajar untuk mata ajaran yang diasuhnya.  Lazimnya nilai akhir hasil belajar ditentukan berdasarkan ujian yang dilaksanakan minimum satu kali.  Ujian tersebut dapat berupa ujian tulis yang dilaksanakan di ruang kelas atau di rumah peserta (take home exam), ujian lisan, penulisan makalah laporan, dan sebagainya.  Jumlah kehadiran peserta  dalam sesi-sesi pengajaran dapat memengaruhi nilai akhir yang bersangkutan.

Kelulusan

Status kelulusan (tamat belajar) dalam KPKS ini dinyatakan dengan surat keterangan (ijazah) yang berupa Diploma atau Sertifikat dengan persyaratan sebagai berikut.  Diploma diberikan kepada peserta yang telah memperoleh nilai akhir yang melewati ambang batas minimum untuk tiap mata ajaran wajib (16 mata ajaran) dan telah mengikuti Retret Perutusan.  Sertifikat diberikan kepada peserta yang telah menempuh masa kursus selama 4 (empat) semester namun lulus untuk sebagian saja dari keseluruhan kegiatan/mata ajaran yang diwajibkan.  Peserta yang telah memperoleh Sertifikat atau Diploma dapat diizinkan untuk mengikuti kegiatan/pengajaran KPKS dengan syarat-syarat yang ditentukan secara tersendiri oleh Pengurus KPKS.

Keuangan

Peserta wajib menyelesaikan semua syarat-syarat keuangan kepesertaan tepat pada waktunya yaitu selambat-lambatnya 2 (dua) minggu sejak semester dimulai.  Peserta yang karena alasan tertentu tidak dapat menyelesaikan kewajiban tersebut diminta melaporkan masalahnya kepada Pengurus.

Hidup Berkomunitas

Peserta dihimbau untuk mengembangkan hidup berkomunitas di antara para peserta-peserta lainnya dalam angkatannya sebagaimana diteladankan oleh murid-murid Yesus dalam gereja perdana (bdk. Kis 2:42).  Untuk itu tiap angkatan hendaknya mempunyai pengurus yang secara sukarela melayani kebutuhan-kebutuhan angkatannya, misalnya dalam hal mengurus keuangan angkatan, pengaturan penyediaan makanan/minuman, dan sebagainya.  Pertemuan para peserta seangkatan secara periodik (misalnya sebulan sekali) di luar sesi-sesi pengajaran (misalnya secara berpindah-pindah bergantian di kediaman peserta) sangat disarankan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *